Katadata Green
Banner

12 Contoh Pencemaran Udara yang Membahayakan Lingkungan dan Kesehatan

ANTARA FOTO/Andri Saputra/YU
Avatar
Oleh Ghina 24 Februari 2025, 19.37

Pencemaran udara terjadi ketika zat berbahaya, seperti bahan kimia atau partikel kecil, bercampur dengan udara dan mengubah sifat alaminya. Hal ini bisa terjadi di dalam maupun di luar ruangan. Menurut World Health Organization (WHO), hampir semua orang di dunia (99%) menghirup udara yang lebih tercemar dari batas aman yang disarankan, dengan negara berpenghasilan rendah dan menengah terkena dampak paling besar.

Pencemaran udara sangat terkait dengan iklim dan lingkungan. Banyak penyebab polusi, seperti pembakaran bahan bakar fosil, juga melepaskan gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.

Polusi udara berasal dari sumber alami maupun aktivitas manusia. Penyebab alami termasuk letusan gunung berapi yang mengeluarkan gas beracun dan kebakaran hutan yang menghasilkan asap serta partikel kecil. Badai debu juga menyebarkan partikel halus yang memperburuk kualitas udara.

Pencemaran udara berdampak buruk pada manusia, lingkungan, dan ekonomi. Menghirup udara kotor dapat menyebabkan penyakit paru-paru seperti asma dan bronkitis, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, serta memicu kanker paru-paru.

Lantas, tahukah Anda apa saja contoh pencemaran udara yang umum terjadi di kehidupan sehari-hari? Simak penjelasan ini untuk mengetahui lebih lanjut, serta tentang dampak bahayanya bagi kehidupan manusia.

Contoh Pencemaran Udara

1.       Gas Buang dari Kendaraan Bermotor

Gas yang dikeluarkan oleh kendaraan seperti mobil dan sepeda motor mengandung zat berbahaya seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), serta partikel halus. Polutan ini dapat memperburuk kualitas udara, menyebabkan kabut asap, dan berkontribusi terhadap masalah kesehatan pernapasan.

2.       Limbah Gas dari Industri

Berbagai sektor industri sering kali membuang gas beracun ke atmosfer, seperti sulfur dioksida (SO₂), karbon dioksida (CO₂), dan senyawa organik volatil. Pelepasan gas-gas ini tidak hanya mencemari udara, tetapi juga meningkatkan risiko hujan asam dan pemanasan global.

3.       Proses Pembakaran Energi

Proses pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara dan minyak bumi, di sektor energi dan manufaktur menghasilkan emisi karbon dan nitrogen oksida yang memperparah polusi udara. Selain itu, zat-zat ini juga berperan dalam mempercepat perubahan iklim.

4.       Pemakaian Bahan Kimia di Pertanian

Produk pertanian yang menggunakan pupuk dan pestisida sintetis melepaskan amonia dan gas berbahaya lainnya ke udara. Senyawa ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem, menyebabkan pencemaran udara, dan berkontribusi terhadap masalah lingkungan seperti penipisan ozon.

5.       Pembakaran Sisa Hasil Pertanian

Petani sering membakar sisa tanaman seperti jerami dan batang tanaman untuk membersihkan lahan dengan cepat. Namun, metode ini melepaskan asap dan gas berbahaya yang dapat mencemari udara serta berdampak negatif pada kesehatan manusia dan lingkungan.

6.       Pembakaran Sampah Di Udara Terbuka

Sampah yang dibakar tanpa metode pengolahan yang aman akan menghasilkan berbagai zat beracun, termasuk karbon monoksida dan dioksin. Asap yang dihasilkan tidak hanya merusak kualitas udara, tetapi juga dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan pernapasan.

7.       Kebakaran Lahan Dan Hutan

Baik karena faktor alam maupun aktivitas manusia, kebakaran hutan menyebabkan pelepasan asap tebal yang mengandung zat berbahaya. Selain merusak ekosistem, polusi udara yang dihasilkan dapat berdampak luas pada kesehatan masyarakat dan memperburuk pemanasan global.

8.       Polusi Udara Di Dalam Ruangan

Udara dalam ruangan dapat tercemar akibat berbagai sumber seperti asap dari pembakaran bahan bakar, produk kimia rumah tangga, dan asap rokok. Paparan terus-menerus terhadap polusi ini berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan mulai dari iritasi ringan hingga penyakit serius.

9.       Pemanfaatan Bahan Bakar Konvensional

Penggunaan bahan bakar seperti kayu dan minyak tanah dalam aktivitas sehari-hari menghasilkan emisi gas berbahaya. Polutan yang dihasilkan dapat mencemari udara, meningkatkan risiko gangguan pernapasan, serta berkontribusi pada perubahan iklim.

10.   Pembakaran Sampah dan Limbah

Kegiatan pembakaran sampah rumah tangga maupun limbah industri melepaskan berbagai polutan udara, termasuk dioksin dan karbon monoksida. Asap yang dihasilkan dapat menurunkan kualitas udara dan memicu gangguan kesehatan, terutama penyakit pernapasan.

11.   Aktivitas Konstruksi dan Pembangunan

Pembangunan infrastruktur dan proyek konstruksi menghasilkan debu serta partikel halus yang dapat mencemari udara. Selain itu, alat berat yang digunakan dalam proyek ini juga mengeluarkan gas buang yang berkontribusi terhadap peningkatan polusi udara.

12.   Fenomena Urban Heat Island (UHI)

Suhu di area perkotaan cenderung lebih tinggi dibandingkan daerah pedesaan akibat penggunaan material yang menyerap panas seperti beton dan aspal, serta minimnya vegetasi. Kondisi ini memperburuk polusi udara karena meningkatkan reaksi kimia yang menghasilkan kabut asap dan memperburuk kualitas lingkungan.

Dampak Buruk Pencemaran Udara terhadap Lingkungan dan Kesehatan

1.       Ancaman terhadap Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan

Polutan yang mengendap di tanah dan air dapat merusak ekosistem serta mengancam kehidupan tumbuhan dan hewan. Selain itu, hujan asam yang dihasilkan dari emisi sulfur dioksida (SO₂) dapat menyebabkan degradasi hutan, mencemari sumber air, serta menurunkan hasil pertanian.

2.       Penurunan Kualitas Udara dan Berkurangnya Jarak Pandang

Udara yang tercemar memicu terbentuknya kabut asap dan kabut tebal yang dapat mengurangi jarak pandang, terutama di kawasan perkotaan. Hal ini menghambat berbagai aktivitas, termasuk transportasi dan pekerjaan di luar ruangan.

3.       Gangguan Pernapasan dan Jantung

Paparan zat pencemar seperti partikel halus (PM2.5) dan nitrogen oksida dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan seperti asma dan bronkitis, serta gangguan kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi dan stroke. Dampaknya dapat semakin parah jika terjadi paparan jangka panjang.

4.       Dampak Ekonomi yang Merugikan

Meningkatnya biaya kesehatan akibat penyakit yang dipicu oleh polusi, berkurangnya produktivitas tenaga kerja, serta penurunan hasil pertanian dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat dan pemerintah.

5.       Mencemari Udara dalam Ruangan

Polutan yang berasal dari aktivitas rumah tangga, seperti asap dari bahan bakar padat untuk memasak, asap rokok, serta zat kimia dari produk rumah tangga, dapat memperburuk kualitas udara di dalam ruangan. Hal ini berisiko menyebabkan gangguan pernapasan kronis serta berdampak negatif pada fungsi kognitif dalam jangka panjang.

6.       Kontribusi terhadap Pemanasan Global dan Perubahan Iklim

Gas seperti karbon dioksida (CO₂) dan metana (CH₄) berperan dalam menahan panas di atmosfer, sehingga menyebabkan peningkatan suhu global, cuaca ekstrem, serta percepatan pencairan es di daerah kutub.

Demikian penjelasan tentang contoh pencemaran udara yang patut diketahui sebagai upaya untuk lebih peduli dengan lingkungan. Semoga bermanfaat.

Editor : Safrezi
Artikel Terpopuler
;

Katadata Green merupakan platform yang mengintegrasikan berita, riset, data, forum diskusi, dan komunitas untuk menginformasikan, bertukar gagasan, hingga kolaborasi untuk pembangunan hijau dan berkelanjutan di Indonesia.