Katadata Green
Banner

Pembangunan PLTS Karangkates Capai 70%, Manfaat bagi Warga Dipetakan

Katadata
Avatar
Oleh C. Bregas Pranoto 20 Oktober 2026, 16.10

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah mencapai sekitar 70%. Bila beroperasi, proyek ini dapat menambah bauran energi terbarukan nasional, serta berpotensi memperluas peluang kerja hijau (green jobs) dan menggerakkan ekonomi warga sekitar.

Hal ini dibahas dalam diskusi bertajuk “Mendorong Energi Bersih dari Malang: Bagaimana Manfaat PLTS Karangkates Dapat Diperluas?” yang digelar Katadata Green bersama Hubungan Internasional Universitas Brawijaya di Malang, Selasa (13/10). Forum ini menghadirkan pengelola dan pengembang PLTS Karangkates, yakni PLN Nusantara Power UP Brantas, PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia. Selain itu, hadir juga pihak pemerintah daerah, yakni Bappeda Kabupaten Malang, serta perwakilan dari Program Studi Hubungan Internasional Universitas Brawijaya.

VP Corporate Communication and CSR PLN Nusantara Power Sondang Oinike Leonora S. mengatakan, proyek yang didukung investasi dari Tiongkok ini merupakan bagian program pemerintah untuk menggenjot peningkatan kapasitas serta adopsi teknologi energi terbarukan nasional.

“Harga listrik yang dihasilkan oleh PLTS terhitung lebih murah dibandingkan yang dihasilkan dari PLTU batu bara atau dari energi diesel,” ujar Sondang kepada Katadata Green.

Pengembang juga berkomitmen memenuhi ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sesuai Peraturan Menteri ESDM. Penilaiannya akan dilakukan lembaga bersertifikat sebelum PLTS beroperasi.

PLTS terapung tersebut menempati sekitar 71 hektare, atau kira-kira 23% dari luas area tambak di Waduk Sutami. Dalam pembangunan proyek, pihak pengelola turut mengupayakan pelestarian pada lingkungan perairan lewat prosedur pembersihan air serta pengujian kualitas air setiap semester sesuai dokumen AMDAL.

Sondang menambahkan, pengembang berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal. Ke depan, pengelola akan memprioritaskan warga dari wilayah ring 1 hingga ring 3 sekitar proyek.

“Komitmen [serapan tenaga kerja lokal] dalam AMDAL sebesar 30%. Kami akan patuh atas komitmen tersebut,” katanya menegaskan.

Untuk menyiapkan sumber daya manusia lokal, pelatihan warga menjadi salah satu fokus. Langkah ini disebut selaras dengan peta jalan Bappenas untuk mendorong perubahan tenaga kerja dari sektor tradisional ke sektor transisi energi yang berkembang.  Selain itu, pengembang juga memberikan pelatihan dan edukasi bagi mahasiswa tentang dunia kerja di area pembangkit.

Kolaborasi untuk Dampak yang Luas

Dalam diskusi, Bappeda Kabupaten Malang turut menyampaikan agar PLTS terapung dapat meningkatkan perekonomian daerah melalui pariwisata. Harapan ini sejalan dengan rencana Bappeda pengembangan Kepanjen sebagai ibu kota kabupaten hingga kawasan Kecamatan Sumberpucung.

Adapun, beberapa desa dalam kecamatan tersebut beririsan dengan kawasan pengembangan PLTS Karangkates.

"Semoga PLTS ini juga bisa menjadi salah satu pendorong perekonomian Kabupaten Malang," kata Ahli Pertama Penata Ruang Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan di Bappeda Kabupaten Malang Yourike Prasisca.

Kepala Departemen Politik, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional Universitas Brawijaya Anggun Trisnanto Hario Susilo menilai, kampus juga dapat berkontribusi sedini mungkin dengan ikut merancang rencana aksi dan memantau dampak proyek bagi masyarakat.

"Paling gampang, paling cepat, dan paling punya dampak, bisa lewat [kegiatan] mahasiswa KKN. Kami jadi punya fasilitas untuk edukasi di lapangan," ujarnya.

Kolaborasi lintas pihak ini diharapkan membuat PLTS Terapung Karangkates memperkuat pasokan energi bersih sekaligus memperluas peluang green jobs bagi warga Malang.

Reporter : Reporter Katadata Green Editor : C. Bregas Pranoto
;

Katadata Green merupakan platform yang mengintegrasikan berita, riset, data, forum diskusi, dan komunitas untuk menginformasikan, bertukar gagasan, hingga kolaborasi untuk pembangunan hijau dan berkelanjutan di Indonesia.