Katadata Green
Banner

Sirsak Apresiasi Pekerja Sampah Lewat Program Berbagi

Sirsak
Avatar
Oleh Try Surya 13 Maret 2026, 11.43

Startup pengelolaan sampah Sirsak membagikan 300 paket sembako kepada pekerja persampahan di wilayah Jabodetabek pada 10 Maret 2026. Program ini didukung sejumlah perusahaan, di antaranya PepsiCo, Nutrifood, PZ Cussons, Mayora, Kalbe Nutritionals, Frisian Flag Indonesia, Kino, Indofood, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, Kraft Heinz, dan Wings.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program berbagi yang sebelumnya dilakukan Sirsak bagi pekerja persampahan perempuan pada peringatan Hari Kartini tahun lalu. Inisiatif ini menjadi bentuk apresiasi terhadap pekerja sampah informal atau pemulung yang berperan menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendorong praktik pemilahan sampah.

Paket sembako didistribusikan di sejumlah titik pengelolaan sampah seperti bank sampah, Tempat Penampungan Sementara (TPS), dan lokasi pengumpulan sampah di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Depok, Bogor, dan Pamulang. Bantuan berisi kebutuhan pokok seperti beras, gula, makanan, minuman, serta kebutuhan anak seperti sabun dan susu.

Kegiatan ini, menurut Angeline Callista, CEO & Co-Founder Sirsak, tidak hanya bertujuan untuk berbagi berkah, tetapi juga meningkatkan kepedulian publik terhadap peran para pekerja persampahan. Tanpa pekerja persampahan, volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) akan jauh lebih besar.

"Namun sayangnya, mereka (pekerja persampahan) seringkali luput dari perhatian. Semoga program ini dapat menjadi awal yang baik untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang inklusif, terutama bagi para pekerja sampah informal,” ujar Angeline.

Dukungan Perlindungan Sosial Melalui BPJS Ketenagakerjaan

Selain bantuan sembako, Sirsak juga mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja persampahan melalui sosialisasi dan fasilitasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk menanggung iuran bagi pekerja sampah informal.

“Program ini merupakan langkah nyata Sirsak menggandeng sektor swasta untuk memastikan kesejahteraan pekerja sampah yang berada di garis depan setiap hari. Harapannya, ke depannya perusahaan juga dapat turut serta dalam mendukung program ini,” tambah Angeline.

Peran Strategis Pekerja Sampah di Indonesia

Jumlah pekerja sampah informal di Indonesia cukup besar. Data Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) 2025 mencatat sekitar 4,2 juta pekerja sampah informal, sementara Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) memperkirakan jumlahnya bisa mencapai 10 juta orang jika termasuk yang belum terdata.

Studi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2019 menunjukkan pemulung menyuplai sekitar 84,3% sampah plastik dan 80,3% sampah kertas yang digunakan industri daur ulang. Hal ini mencerminkan peran penting sektor informal dalam sistem pengelolaan sampah.

Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan dan Inklusif

Sirsak berupaya memperkuat ekosistem pengelolaan sampah melalui inovasi teknologi seperti Sirsak Point of Purchase (Sirsak POP) untuk mendukung digitalisasi bank sampah serta kolaborasi dengan pelaku industri dalam memperkuat rantai daur ulang.

“Sudah saatnya kita tidak hanya melihat pekerja sampah sebagai bagian dari sistem, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan,” ulas Angeline.

Sirsak juga mengajak perusahaan, institusi, komunitas, dan masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab, mulai dari memilah sampah dari sumber, berpartisipasi dalam program pengembalian kemasan, hingga mendorong implementasi Extended Producer Responsibility (EPR) yang terukur dan transparan.

Editor : Try Surya
;

Katadata Green merupakan platform yang mengintegrasikan berita, riset, data, forum diskusi, dan komunitas untuk menginformasikan, bertukar gagasan, hingga kolaborasi untuk pembangunan hijau dan berkelanjutan di Indonesia.