Katadata Green
Banner

Pariwisata Berkelanjutan ala InJourney, Jadi Daya Saing Destinasi

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/YU
Avatar
Oleh Uji Sukma Medianti 21 Februari 2026, 11.44

Dalam beberapa dekade terakhir, industri pariwisata mengalami pertumbuhan yang pesat dan menjadi salah satu sektor penyumbang devisa terbesar di banyak negara, termasuk Indonesia. Namun, pertumbuhan yang tidak dikelola dengan baik menimbulkan berbagai persoalan seperti kerusakan lingkungan, overtourism, degradasi budaya, serta ketimpangan ekonomi.

Untuk itu, diperlukan tata kelola yang mengedepankan sustainability untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan. Jika dahulu sustainability dipandang sebagai pembatas pertumbuhan pariwisata, kini justru terbukti bahwa keberlanjutan meningkatkan daya saing destinasi. Dengan begitu, sustainability bertransformasi menjadi strategi bisnis yang mendorong nilai tambah ekonomi dan reputasi destinasi.

Di Indonesia, peran strategis ini dijalankan oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney sebagai holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata yang mengelola ekosistem pariwisata dari hulu ke hilir. Melalui pendekatan terintegrasi, sustainability berpotensi menjadi fondasi pertumbuhan pariwisata nasional yang lebih berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global.

InJourney lahir sejak 2022. Sebagai holding BUMN aviasi dan pariwisata, InJourney memiliki posisi unik karena mengelola rantai nilai industri secara terintegrasi, meliputi: InJourney Airports yang mengelola 37 bandara di Indonesia sebagai gerbang udara bagi wisatawan domestik dan mancanegara, InJourney Aviation Services yang bergerak pada bidang kargo dan jasa layanan kebandarudaraan, dan InJourney Hospitality yang mengelola hotel dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sanur.

Rantai industri InJourney lainnya yaitu InJourney Retail yang mengelola Sarinah sebagai etalase UMKM dan karya anak bangsa, InJourney Destination Management yang mengelola kawasan taman wisata candi seperti Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, serta InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) yang mengembangkan kawasan destinasi wisata seperti The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori.

Melalui pengelolaan terintegrasi ini, sustainability dapat diterapkan secara sistemik, bukan parsial. Direktur SDM dan Digital InJourney Herdy Harman mengatakan keberlanjutan dan tanggung jawab dalam berbisnis merupakan fondasi utama transformasi pariwisata nasional. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berhenti pada infrastruktur dan program, tetapi juga harus menyentuh aspek paling esensial, yaitu manusia.

“Program yang baik harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia agar transformasi dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang,” tegas Herdy.

Ada dua pilar yang menopang pariwisata InJourney yakni lingkungan dan sosial ekonomi. Dari sisi lingkungan, InJourney berfokus pada pengelolaan air dan limbah yang bertanggung jawab, penguatan strategi iklim dan lingkungan, serta perlindungan keanekaragaman hayati dan upaya konservasi.

Inisiatif-inisiatif ini dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan dari aktivitas aviasi dan pariwisata, sekaligus mendorong penerapan praktik ramah lingkungan di seluruh rantai nilai.

Kemudian, yang kedua adalah dari sisi sosial ekonomi. InJourney menempatkan peningkatan kualitas hidup masyarakat sebagai prioritas utama. Upaya ini diwujudkan melalui program peningkatan kesehatan dan kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, perluasan akses pendidikan, serta penguatan kemitraan dengan pelaku usaha lokal dan UMKM. 

Pendekatan ini memastikan bahwa manfaat ekonomi dari pengembangan pariwisata dapat dirasakan secara inklusif dan merata oleh masyarakat di sekitar destinasi.

Melalui visi 'Sustainable Tourism Economy and Creating Impact for Communities', InJourney membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memperkuat komunitas lokal serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian integral dari strategi bisnis masa depan.

Dengan demikian, masa depan pariwisata nasional tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan, tetapi dari seberapa besar dampak positif yang ditinggalkan bagi lingkungan dan komunitas. InJourney menegaskan bahwa pariwisata berkelanjutan bukanlah batas pertumbuhan, melainkan fondasi bagi Indonesia untuk tampil sebagai destinasi yang kompetitif, inklusif, dan berdaya saing global.

Editor : Fitria Nurhayati
;

Katadata Green merupakan platform yang mengintegrasikan berita, riset, data, forum diskusi, dan komunitas untuk menginformasikan, bertukar gagasan, hingga kolaborasi untuk pembangunan hijau dan berkelanjutan di Indonesia.